“Lonely Touch”
So ironic
I feel enough
To know what is coming
Lonely sun
Somehow still running
You’re so in love
You could vomit
How to say what I want
Is to talk but not talk
Is to feel without hands
How to love and never land
Lonely touch
You get what you want then
Think you’re so tough
So instead you say nothing
Lonely enough
To starve for attention
Oh you’re so in love
You forget how to function
How to say what I want
Is to talk without tongues
Just to speak
Not to yearn
Just to know without words
Just to feel under your skin
Through your veins and through your limbs
Where you are
And where you’ve been
Just to know you
Without talking
I want to feel it all
The edges of your soul
One body in the dark
Where do I put my heart?
I want to feel it all
All the edges of your soul
One body in the dark
Where do I put my heart?
Where do I put my heart?
Where do I put my heart?
Where do I put my heart?
Lagu “Lonely Touch” menggambarkan kerinduan akan keintiman dan sentuhan emosional di tengah rasa kesepian. Lagu ini bukan hanya tentang kesepian secara fisik, tetapi juga kekosongan batin saat seseorang tidak benar-benar merasa terhubung dengan siapa pun.
1. Kesepian di Tengah Kehadiran Orang Lain
Tokoh dalam lagu bisa saja dikelilingi banyak orang, namun tetap merasa kosong. “Lonely touch” melambangkan sentuhan yang tidak benar-benar menghangatkan, hadir secara fisik tapi tidak secara emosional.
2. Keinginan untuk Dipahami
Liriknya menunjukkan kerinduan untuk dipeluk, dicintai, dan dipahami secara tulus, bukan sekadar hubungan sementara atau dangkal.
3. Konflik Batin
Ada pertentangan antara keinginan untuk dekat dan ketakutan akan terluka. Tokoh ingin merasakan cinta, tapi juga sadar bahwa tidak semua kedekatan membawa kebahagiaan.
4. Nuansa Rapuh dan Jujur
Musik dan vokal Sarah Kinsley yang lembut memperkuat suasana melankolis dan introspektif, seolah ini adalah pengakuan paling jujur tentang rasa sepi.
Kesimpulan
Makna lagu “Lonely Touch” adalah tentang kesepian emosional dan kebutuhan akan keintiman yang nyata. Lagu ini menyampaikan bahwa manusia tidak hanya butuh kehadiran orang lain, tetapi juga koneksi yang tulus dan bermakna.