Knock, knock, knock on the door
It’s time for make-up, perfect smile
It’s you they’re all waiting for
They go
Isn’t she lovely, this Hollywood girl?
And they say
But she cry, cry, cries in her lonely heart, thinking
If there’s nothing missing in my life
Then why do these tears come at night?
But there’s no one there to wake her up
And the world is spinning, and she keeps on winning
But tell me what happens when it stops?
They go
Isn’t she lovely, this Hollywood girl?
And they say
But she cry, cry, cries in her lonely heart, thinking
If there’s nothing missing in my life
Then why do these tears come at night? (Oh)
Best actress, and the winner is Lucky (whoa)
(I, I, yeah, oh) Whoa
I’m Roger Johnson for Pop News
Standing outside the arena waiting for Lucky
Oh my God here she comes
If there is nothing missing in her life
Why do tears come at night?
But she cry, cry, cries in her lonely heart, thinking
If there’s nothing missing in my life
Then why do these tears come at night?
If there’s nothing missing in my life
Then why do these tears come at night?
Lagu “Lucky” oleh Britney Spears, yang dirilis pada tahun 2000, memiliki lirik yang menyentuh tentang kesepian di balik ketenaran dan kekayaan. Meski secara permukaan terlihat seperti lagu pop ceria, makna di balik liriknya justru cukup melankolis dan reflektif.
“Lucky” menceritakan tentang seorang wanita bernama Lucky, seorang aktris Hollywood yang sangat terkenal. Ia memiliki segalanya: kecantikan, ketenaran, uang, dan dianggap sangat beruntung oleh dunia luar. Tapi, di balik itu semua, ia sebenarnya merasa kesepian dan tidak bahagia.
She’s so lucky, she’s a star, but she cry, cry, cries in her lonely heart..
Orang-orang menganggap Lucky bahagia karena dia terkenal dan sukses. Tapi kenyataannya, dia menangis dalam kesepian. Ini menyoroti kontras antara citra publik dan kehidupan pribadi.
If there’s nothing missing in my life, then why do these tears come at night?
Lucky merasa dia “harusnya” bahagia karena semua yang dia miliki, tapi masih merasa kosong secara emosional. Ini menggambarkan kebingungan eksistensial.
Early morning, she wakes up, knock, knock, knock on the door…
Ini menggambarkan rutinitas keras kehidupan selebriti — bangun pagi, bekerja, bertemu banyak orang — tetapi tetap merasa tidak terpenuhi secara emosional.
Kesimpulan
“Lucky” bukan sekadar lagu pop biasa — ini adalah cerita tentang dualitas hidup seorang selebriti, yang secara lahiriah terlihat sempurna tapi batinnya hampa. Lagu ini mengajak pendengar untuk berpikir bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari ketenaran atau kekayaan, tapi dari kepuasan batin dan hubungan emosional yang tulus.