Lagu “So Am I” oleh Ava Max punya pesan yang sangat positif dan kuat tentang penerimaan diri (self-acceptance) dan menjadi berbeda tanpa rasa malu. Lagu ini dirilis setelah “Sweet but Psycho” dan melanjutkan tema empowerment — terutama untuk orang-orang yang merasa “tidak cocok” atau “aneh” dibandingkan dengan kebanyakan orang.
Lagu ini berbicara kepada orang-orang yang sering merasa tidak cocok dengan standar sosial, entah karena cara berpakaian, kepribadian, penampilan, atau pilihan hidup. Ava Max ingin menyampaikan bahwa menjadi berbeda itu bukan kekurangan — justru sesuatu yang patut dirayakan.
Dia menegaskan bahwa tidak ada satu pun orang yang benar-benar “normal”, dan setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri tanpa harus menyesuaikan diri hanya untuk diterima.
Do you ever feel like a misfit? / Everything inside you is dark and twisted?
Ava berbicara pada mereka yang merasa seperti “orang aneh” atau “tidak cocok” dengan dunia di sekitarnya. Ia ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian.
They say I’m trouble, they say I’m bad / They say I’m evil, and that makes me glad
Lirik ini menunjukkan bahwa dia sudah sering dihakimi, tapi dia memilih untuk bangga dengan siapa dirinya sebenarnya — bahkan kalau orang lain tidak menyukainya.
So am I, so am I, so am I, I-I-I
Ava mengatakan bahwa dia juga sama — dia juga “berbeda”, dan itu sepenuhnya baik-baik saja.
If you’re weird like me, raise your hand high
Ini adalah ajakan untuk bangga dengan keanehan atau keunikan diri sendiri. Lirik ini seperti seruan solidaritas untuk semua orang yang pernah merasa terpinggirkan.
Kesimpulan
Makna lagu “So Am I” adalah ajakan untuk bangga menjadi diri sendiri, bahkan jika orang lain tidak mengerti atau menilai kamu “aneh”.
Ava Max menegaskan bahwa tidak ada salahnya menjadi berbeda — karena setiap orang punya nilai dan keindahan uniknya sendiri.