‘Cause the feeling makes me weak
Kicking off the covers
I see the ceiling, while you’re looking down at me
When we just shared a bed?
How can you look at me and pretend
I’m someone you’ve never met?
You were layin’ on my chest
I still remember
I was scared to take a breath, didn’t want you to move your head
When we just shared a bed? (Yeah)
How can you look at me and pretend
I’m someone you’ve never met?
Won’t deny the lies
You’ve sold, I’m holding on too tight
While you let go, this is casual
When we just shared a bed? (Yeah)
How can you look at me and pretend
I’m someone you’ve never met?
When we just shared a bed? (Yeah)
How can you look at me and pretend
I’m someone you’ve never met?
Oh yeah
Lagu “Back To Friends” menceritakan perasaan seseorang yang terluka setelah hubungan dekat berakhir, ketika orang yang pernah sangat berarti justru ingin kembali menjadi “teman biasa”.
Makna utama yang disampaikan:
1. Tidak semua hubungan bisa kembali seperti semula
Setelah ada kedekatan emosional yang kuat, narator merasa mustahil bersikap netral seolah tak pernah terjadi apa-apa.
2. Perasaan yang tidak sejalan
Satu pihak masih menyimpan rasa dan kenangan, sementara pihak lain terlihat sudah melangkah maju. Perbedaan ini menimbulkan rasa kecewa dan bingung.
3. Kenangan yang sulit dilupakan
Momen-momen bersama masih membekas dan membuat narator mempertanyakan sikap orang tersebut yang tampak tidak lagi peduli.
4. Rasa kehilangan dan penolakan
Lagu ini mengekspresikan kesedihan karena hubungan yang dulu penting kini dianggap tidak berarti.
Kesimpulan
“Back To Friends” menggambarkan bahwa kedekatan emosional dapat mengubah hubungan secara permanen.
Pesan utamanya adalah: tidak semua orang mampu kembali menjadi teman setelah hubungan yang dalam, karena perasaan dan kenangan tidak bisa dihapus begitu saja. Lagu ini menekankan pentingnya kejujuran perasaan dan kesadaran akan dampak emosional dalam sebuah hubungan.