Where the past comes back to life
Fight fear for the selfish pain
It was worth it every time
‘Cause we both know how this ends
A clock ticks till it breaks your glass
And I drown in you again
I wish I didn’t need
Chasing relentlessly
Still fight and I don’t know why
If our love’s insanity, why are you my clarity?
If our love’s insanity, why are you my clarity?
And refuse to make amends
It cuts deep through our ground
And makes us forget all common sense
‘Cause we both know what we’ll choose
If you pull, then I’ll push too deep
And I’ll fall right back to you
I wish I didn’t need
Chasing relentlessly
Still fight and I don’t know why
If our love’s insanity, why are you my clarity?
Why are you my remedy?
Why are you my clarity?
Why are you my remedy?
If our love’s insanity, why are you my clarity?
If our love is tragedy, why are you my remedy?
Ini adalah pertanyaan penuh kebingungan. Jika cinta ini menyakitkan seperti tragedi, kenapa kamu justru jadi satu-satunya yang bisa menyembuhkanku?
If our love’s insanity, why are you my clarity?
Jika cinta ini tidak masuk akal, kenapa justru kamu membuat semuanya terasa jelas dan benar?
Sepanjang lagu, Foxes menyuarakan perasaan terpecah antara logika dan perasaan.
– Logikanya bilang hubungan itu tidak sehat.
– Tapi hatinya tetap ingin bersama.
Ketika lagu mencapai chorus dengan beat elektronik Zedd yang meledak-ledak, itu mencerminkan ledakan emosi yang dirasakan dalam hubungan — intens, tidak stabil, tapi juga penuh gairah.
Kesimpulan
“Clarity” adalah lagu tentang:
-Terjebak dalam cinta yang rumit dan menyakitkan
– Kebingungan antara cinta dan logika
– Pencarian kejelasan emosional dalam hubungan yang tidak sehat
Lagu ini kuat secara emosional dan musikal, karena menyuarakan perasaan yang banyak orang alami: mencintai seseorang yang kita tahu tidak baik bagi kita, tapi tetap tidak bisa melepaskannya.