Starting and then stopping, taking off and landing
The emptiest of feelings, disappointed people
Clinging onto bottles
When it comes, it’s so, so disappointing
Crushed like a bug in the ground
Let down and hanging around
Legs are going, don’t get sentimental
It always ends up drivel
One day, I am gonna grow wings
A chemical reaction
Hysterical and useless, hysterical and
Crushed like a bug in the ground
Let down and hanging around
Let down and hang
Let down and hang
You know where you are with
Floor collapses, floating
Bouncing back
A chemical reaction (you know where you are)
Hysterical and useless (you know where you are)
Hysterical and (you know where you are)
Crushed like a bug in the ground
Let down and hanging around
Let Down dari album OK Computer (1997) adalah lagu tentang perasaan kosong, keterasingan, dan kekecewaan eksistensial di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan serba mekanis.
Radiohead menggambarkan bagaimana manusia sering kali:
– terjebak dalam rutinitas membosankan,
– merasa tidak berarti,|
– berharap sesuatu yang besar terjadi,
– lalu… kembali merasa kecewa (let down).
Lagu ini banyak menggunakan metafora tentang teknologi, perjalanan, dan pergerakan kota untuk menunjukkan betapa mudahnya manusia “hancur”—secara emosional—meski dari luar tampak baik-baik saja.
1. “Transport, motorways and tramlines…”
Bagian ini menggambarkan aktivitas manusia yang berulang dan mekanis, seperti mesin.
Radiohead menggambarkan alienasi (keterasingan): hidup yang terus bergerak tapi secara emosional stagnan.
2. “Don’t get sentimental, it always ends up drivel”
Maknanya: ketika seseorang mencoba merasa atau berharap, sering kali dianggap tidak penting, bahkan berujung kekecewaan.
Ini menunjukkan ketakutan akan kerapuhan perasaan.
3. “Let down and hanging around…”
Pernyataan langsung tentang harapan yang tidak terpenuhi, terjebak dalam rutinitas dan penantian kosong.
4. “One day, I am gonna grow wings…”
Bagian ini adalah harapan untuk terbebas, namun dalam konteks lagu keseluruhan, harapan itu tampak rapuh—seperti mimpi yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Tema Lagu :
– Keterasingan manusia modern
– Kekecewaan dan ketidakpuasan hidup
– Hidup dalam otomatisasi dan rutinitas
– Harapan yang terus muncul tapi selalu gagal
– Kerentanan manusia di tengah dunia yang dingin dan mekanis
Makna Emosional :
Lagu ini bukan hanya tentang kesedihan, tetapi tentang rasa hampa, sebuah perasaan yang sangat khas dalam karya Radiohead.
Bukan sedih karena sesuatu terjadi, melainkan sedih karena tidak ada yang benar-benar berarti.
Kesimpulan
Let Down menggambarkan kondisi manusia modern yang:
selalu bergerak, selalu menunggu, selalu berharap — namun sering kali berakhir kecewa.
Radiohead menyampaikan bahwa kekecewaan adalah bagian dari eksistensi; kita semua rapuh, mudah hancur, dan mudah merasa tak berarti di tengah kehidupan yang serba otomatis.