I hope you’re great
I think it’s time we took a break
So I can grow emotionally
That’s what he said to me
Crying in bed
What a familiar feeling
All my friends in love and I’m the one
They call for a third wheeling
Probably should have guessed
He’s like the rest
So fine and so deceiving
There’s nobody’s son
Not anyone left for me to believe in
No yeah I’m good
Just thought that he
Eventually would
Cave in
Reach out but no sir-eee
He discovered self control
This week
Crying in bed
What a familiar feeling
All my friends in love and I’m the one
They call for a third wheeling
Probably should have guessed
He’s like the rest
So fine and so deceiving
There’s nobody’s son
Not anyone left for me to believe in
Could you raise him to love me maybe?
He sure fucked me up
And yes I’m talking ’bout your baby
That boy is corrupt
Get PTSD on the daily
He sure fucked me up
And yes I’m talking ’bout your baby
Crying in bed
What a familiar feeling
All my friends in love and I’m the one
They call for a third wheeling
Probably should have guessed
He’s like the rest
So fine and so deceiving
There’s nobody’s son
Not anyone left for me to believe in
Lagu ini berbicara tentang kemandirian, penolakan terhadap kontrol, dan pembebasan diri dari ekspektasi sosial, khususnya yang datang dari figur laki-laki atau sistem patriarki.
1. Menolak Kepemilikan dan Label
Judul “Nobody’s Son” sendiri sudah kuat maknanya. Sabrina menggunakan frasa ini sebagai simbol bahwa dirinya bukan milik siapa pun, tidak didefinisikan oleh ayah, pasangan, atau figur otoritas. Ini adalah pernyataan identitas: ia berdiri sebagai individu yang utuh.
2. Kritik terhadap Sistem Patriarki
Lirik-liriknya menyiratkan kritik pada bagaimana perempuan sering diposisikan sebagai “hasil didikan”, “milik”, atau “bayangan” dari laki-laki. Lagu ini menolak narasi itu dan menegaskan bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh relasi dengan pria.
3. Pemberontakan yang Tenang tapi Tegas
Alih-alih marah berlebihan, lagu ini terasa dingin, sarkastik, dan percaya diri. Ini menunjukkan bentuk pemberontakan yang dewasa: tidak perlu berteriak, cukup tahu siapa diri sendiri dan tidak tunduk.
4. Proses Pendewasaan Emosional
Ada nuansa bahwa si aku lirik telah melewati fase mencoba menyenangkan orang lain. Sekarang, ia memilih batasan yang sehat, kebebasan memilih jalan hidup, dan tidak lagi mencari validasi eksternal.
Kesimpulan
“Nobody’s Son” adalah lagu tentang otonomi dan identitas diri.
Sabrina Carpenter menyampaikan pesan bahwa setiap orang—terutama perempuan—berhak menentukan hidupnya sendiri tanpa dikontrol, dimiliki, atau didefinisikan oleh siapa pun.
Lagu ini terasa seperti:
– Pernyataan kebebasan
– Penolakan terhadap ekspektasi lama
– Simbol kedewasaan dan keberanian menjadi diri sendiri