Of missing lovers past
My brother used to call it
‘Eating out of the trash’
It’s never gonna last
I used to live with ghosts
And all the perfect couples
Said, “When you know you know.”
And, “When you don’t you don’t.”
Have seen it before, they’ll see it again
Life is a song, it ends when it ends
I was wrong
It’s alright
You were dancing through the lightning strikes
Sleepless in the onyx night
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh, oh my Lord
Never made no one like you before
You had to make your own sunshine
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh oh
Why you felt alone
You were in it for real
She was in her phone
And you were just a pose
We give it all we got (we give it all we got)
You finally left the table
And what a simple thought
You’re starving til you’re not
Have messed up before, they’ll mess up again
Life is a song, it ends when it ends
You move on
It’s alright
You were dancing through the lightning strikes
Sleepless in the onyx night
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh, oh my Lord
Never met no one like you before
You had to make your own sunshine
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh oh
A storm inside a teacup
But shelter here with me, my love
Thunder like a drum
This life will beat you up, up, up, up
This is just a temporary speed bump
But failure brings you freedom
And I can bring you love, love, love, love, love
Don’t you sweat it, baby
You were dancing through the lightning strikes
Sleepless in the onyx night
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh, oh my Lord
Never made no one like you before, no
You had to make your own sunshine
But now the sky is opalite
Oh oh oh oh oh
Opalite adalah lagu dari album The Tortured Poets Department (The Anthology) yang menggambarkan ketertarikan mendalam, kerentanan, dan hubungan yang terasa seperti sihir, namun juga penuh ketidakpastian.
Opalite (batu permata iridescent) digunakan sebagai metafora untuk hubungan yang:
– indah dari luar,
– memantulkan cahaya seperti kristal,
– namun sebenarnya rapuh dan mudah pecah.
Lagu ini berbicara tentang jatuh cinta secara intens tetapi takut tersakiti, serta keinginan untuk merasa cukup — menjadi seseorang yang pantas dipilih.
1. Kerentanan Saat Jatuh Cinta
Taylor menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang “bersinar” seperti opalite, tetapi sebenarnya rapuh:
hubungan yang terlihat magical, tapi bisa hancur sewaktu-waktu.
Di balik pesona dan intensitas emosi, ada ketakutan kehilangan.
2. Rasa Tidak Cukup / Insecurity
Banyak bagian lagu menunjukkan bahwa ia merasa harus menjadi versi dirinya yang “lebih cantik, lebih berkilau” untuk dipilih.
Ini mencerminkan tema umum Taylor:
“Apakah aku cukup untukmu?”
3. Hubungan yang Penuh Imajinasi & Idealisasi
Opalite adalah batu yang sering dikaitkan dengan intuisi, mimpi, dan hal-hal metafisik.
Taylor menggunakan simbol ini untuk menggambarkan:
– hubungan yang dirasakan “spiritual”,
– tapi sulit dipahami,
– memabukkan namun samar.
Hubungan ini lebih seperti perasaan daripada kenyataan.
4. Ketertarikan yang Intens, Hampir Iritasional
Ada elemen keinginan untuk “terhisap” ke dalam hubungan tersebut — semacam obsesi romantis.
Taylor mengeksplorasi sensasi:
– ingin dicintai begitu dalam,
– sampai mengabaikan risiko yang nyata.
Makna Lirik per Bagian :
• Verse
Menunjukkan Taylor sebagai seseorang yang ingin tetap kuat dan memancarkan cahaya, meski sebenarnya menyimpan luka.
• Pre-Chorus
Ada rasa takut:
“Kalau aku membuka diriku sepenuhnya, apakah kamu akan tetap tinggal?”
• Chorus
Chorus berisi intensitas hubungan yang memabukkan:
ia tahu hubungannya rapuh, tapi tetap ingin menyelam lebih dalam.
• Bridge
Bagian paling emosional: Taylor mengakui bahwa ia berharap hubungan ini nyata, bukan sekadar fantasi atau bayangan dari apa yang ia inginkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Opalite adalah lagu tentang:
– jatuh cinta yang terasa magis namun tidak stabil,
– ingin bersinar untuk seseorang,
– namun takut tidak cukup,
– dan tetap menaruh harapan meski hubungan itu mudah pecah seperti kaca.
Ini adalah salah satu lagu TTPD yang paling lembut namun penuh luka tersembunyi — indah, berkilauan, tapi rapuh.